Senin, 18 Juni 2012

pengembangan pendidikan IPS SD


BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang
Konsep waktu sangat berkaitan dengan sejarah. Sejarah mempunyai arti kelangsungan dan satuan atau jangka berlangsungnya perjalanan waktu. Sejarah bertugas untuk membuka kegagalan masa lampau manusia, memaparkan kehidupan manusia dalam berbagai aspek kehidupan dan mengikuti perkembangannya dari masa yang paling tua hingga kini dan untuk dijadikan pedoman dimasa kini dan masa yang akan datang.
Konsep perubahan dapat kita artikan dengan satuan konsep yang berkesinambungan, pengulangan dan perkembangan yang mengurangi ruang geografis dan alamiah yang berisi berbagai peristiwa mengenai segala aktivitas dan karya manusia pada waktu yang lalu selaras dan rangkaian sebab-akibat salah sari inti di sejarah itu.
Konsep kebudayaan, manusia adalah makhluk yang berakal, dengan akalnya itu dapat mengendalikan perilakunya, mampu menghasilkan berbagai alat dan cara untuk mempertahankan hidupnya serta dapat menyesuaikan diri dengan lingkungan hidupnya. Segala cara dan alat yang lahir atas akal manusia itu adalah kebudayaan.
B.     Rumusan Masalah
1.      Bagaimana cara pengajaran yang dapat dilakukan dalam hal konsep waktu, konsep perubahan dan konsep kebudayaan dalam sekolah dasar ?
2.      Apa media dan alat evaluasi yang dapat digunakan dalam konsep waktu, konsep perubahan dan konsep kebudayaan di sekolah dasar ?

C.     Tujuan Masalah
1.      Untuk mengetahui cara pengajaran yang dapat dilakukan dalam konsep waktu, konsep perubahan dan konsep kebudayaan dalam sekolah dasar.
2.      Untuk mengetahui media dan alat evaluasi yang dapat digunakan dalam konsep waktu, konsep perubahan dan konsep kebudayaan di sekolah dasar.


BAB II
PEMBAHASAN

A.    Konsep Waktu
Apabila dilihat dari hakikatnya sejarah adalah suatu konsep tentang waktu atau tempo (time) yang proses kelangsungan atau perjalanan waktu berkesinambungan (continuity) dan satuan berlangsungnya waktu (duration) dengan adanya perubahan yang mempengaruhi ruang geografis yang berisi berbagai peristiwa mengenai segala aktivitas dan hasil karya manusia dalam perjalanan waktu yang berkesinambungan. Maka, kurun waktu akan berdimensi tiga, yaitu:
1.      Waktu yang lalu (the past),
2.      Waktu sekarang (the present),
3.      Waktu yang akan datang (the future).
Dengan demikian sejarah akan mengantarkan kita untuk memahami apa yang terjadi pada masa lalu untuk dijadikan pedoman masa kini dan masa yang akan datang.
B.     Konsep Perubahan
Perubahan merupakan gejala yang umum terjadi pada masyarakat manusia. Dalamkonteks kehidupan manusia, kita mengenal ada dua macam perubahan, yaitu: perubahan sosial dan perubahan kebudayaan.
Perubahan sosial merupakan bagian dari perubahan kebudayaan. Perubahan kebudayaan mencakup semua bagiannya, yaitu: kesenian, ilmu pengetahuan, teknologi, filsafat, dan sejenisnya bahkan perubahan-perubahan dalam bentuk dan aliran-aliran organisasi sosial. Perubahan itu ada yang berjalan dengan cepat dan perubahan yang berjalan lambat. Ada juga perubahan yang pengaruhnya kecil dan ada yang besar, serta ada yang dikehendaki dan tidak dikehendaki. Sebab-sebab terjadinya perubahan ada yang berasal dari dalam masyarakat itu sendiri dan ada yang berasal dari luar masyarakat.



C.     Konsep Kebudayaan
Kebudayaan adalah segala akal manusia untuk memanfaatkan tanah (alam) agar ia dapat memenuhi berbagai kebutuhan hidupnya.
Unsur-unsur dan wujud kebudayaan:
1.      Bahasa
Sistem berbahasa adalah ciri khas dari makhluk yang namanya manusia. Kebutuhan akan kemampuan berbahasa sejalan dengan kenutuhan akan interaksi sosial.
2.      Sistem peralatan dan perlengkapan hidup manusia atau sistem teknologi
Teknologi adalah semua cara dan alat yang dipergunakan manusia untuk memenuhi kebutuhannya yang meliputi alat-alat produksi, distribusi dan transportasi, wadah, dan tempat untuk menyimpan maknan dan minuman, pakaian dan perhiasan, tempat berlindung, dan perumahan serta senjata.
3.      Sistem mata pencahariaan hidup atau sistem ekonomi
Sistem ekonomi berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan hidup manusia yang paling mendasar, yaitu meliputi berburu dan meramu, perikanan, bercocok tanam, peternakan, serta perdagangan.
4.      Sistem kemasyarakatn atau organisasi sosial atau sistem sosial
Organisasi sosial adalah suatu perkumpulan atau persekutuan orang atau kelompok dalam masyarakat yang bekerja sama untuk mecapai kepentingan atau tujuan bersama pula.

D.    Cara Pengajaran di Sekolah Dasar
Dalam pelaksanaan pembelajaran yang berkaitan dengan konsep waktu, diajarkan pada semua kelas, yaitu dari kelas I SD sampai dengan kelas VI SD, akan tetapi materi yang disampaikan berbeda-beda, seperti di kelas II semester I, pada kelas ini membicarakan tentang peristiwa masa lalu yang menyenangkan, peristiwa masa lalu yang tidak menyenangkan dan belajar dari pengalaman masa lalu. Perlu kita ketahui bahwasanya di kelas I,II dan III menggunakan pembelajaran tematik. Pada kelas IV, V dan VI sudah tidak menggunakan tematik, dan contoh pembelajaran yang berkaitan dengan konsep waktu di kelas ini, misalnya pada kelas VI semester II, memahami gejala (peristiwa) alam indonesia dan sekitarnya.
Dalam pelaksanaan pembelajaran yang berkaitan dengan konsep kebudayaan dapat kita ambil salah satu contoh di kelas IV semester II, yakni mengenal perkembangan teknologi produksi komunikasi dan transportasi serta pengalaman menggunakannya. Dan yang berkaitan dengan konsep perubahandi kelas IV semester II yakni, mengenal permasalahan sosial di daerahnya.
Dan cara di sini bukan hanya berbicara dengan materi apa saja yang di sampaikan, akan tetapi cara di sini mencakup pendekatan, strategi, dan metode dalam pembelajaran. Berbicara tentang itu, maka apabila pendekatan yang digunakan berpatokan atau sudut pandangnya ke siswa, strategi dan metode yang dipilih juga harus sudut pandangnya ke siswa.

E.     Media dan Alat Evaluasi
Media pembelajaran yang dapat digunakan, contohnya media audio-motion-visual adalah media yang memiliki suara, ada gerakan, dan bentuk objeknya dapat dilihat, dengan media yang serba ada ini dapat membangun pelaksanaan pembelajaran seperti ini supaya lebih konkrit. Namun, peran yang dimainkan guru itu sendiri juga menentukan terhadap efektivitas penggunaan media dalam pengajaran. Peran ini tercermin dari kemampuan memilih aneka ragam media sesuai dengan situasi dan kondisi.
Evaluasi yang dapat digunakan dalam hal ini, bisa menggunakan evaluasi prasyarat, dimana evaluasi prasyarat ini sendiri untuk mengetahui penguasaan siswa atas materi yang sudah lama dibahas yang menjadi dasar materi baru. Dan evaluasi formatif ini juga dapat digunakan, dimana guru akan memberikan ulangan yang dilakukan setiap akhir penyajian satuan pelajran.
Alat evaluasi yang dapat mendukung terlaksananya evaluasi, yaitu:
1.      Bentuk objektif adalah tes yang jawabanya dapat diberi skor nilai secara lugas (seadanya), misalnya dengan memberikan tanda “B” apabila jawabanya benar dan tanda “S” apabila salah. Yang termasuk dalam penilaian bentuk objektif juga, yakni tes pilihan ganda, tes pencocokan, tes isian dan tes melengkapi.
2.      Bentuk Subjektif adalah alat evaluasi yang digunakan dengan mengukur prestasi siswa dengan mengharuskan siswa menjawab setiap pertanyaan dengan cara menguraikan atau dalam bentuk karangan bebas.

BAB III
PENUTUP
A.    Kesimpulan
Konsep waktu, konsep perubahan dan konsep kebudayaan di Sekolah Dasar (SD) dari kelas I sampai dengan kelas VI di dalam kurikulumnya terdapat materi yang berkenaan dengan tiga hal tersebut, akan tetapi materi yang disampaikan atau yang disajikan bereda-beda. Pendekatan, strategi dan juga metode yang digunakan dalam pembelajaran harus disesuaikan dengan situasi dan kondisi. Begitu pula dengan media pembelajaran yang dipilih. Dan alat evaluasi dalam pembelajaran sangat penting ubuk mngidentifikasi penguasaan siswa atas pembelajarn yang diberikan.



















DAFTAR PUSTAKA

Aqib Zainal. 2003. Perpesionalisme guru dalam Pembelajaran. Surabaya: Insan       
                 Cendekia.
            Zuber Ahmad. 2008. Aktif Belajar IPS SD. Solo: Platinum.
            Http://rpp-SD-Ips.com